SMP PEMBANGUNAN JAYA
 Bintaro

Oleh: Saiful Hidayat, S.Pd (Guru PKn SMP Pembangunan Jaya)

Pendidikan hak asasi manusia (HAM) adalah issue global untuk mengantisipasi berbagai masalah yang muncul dalam eskalasi yang tinggi. Suasana globalisasi tidak lepas dengan munculnya berbagai bentuk pengembangan pelanggaran HAM yang juga banyak terjadi di Indonesia sehingga menjadi pemantik konflik sosial. Untuk itulah selain adanya komitmen negara yang menjamin pemenuhan HAM bagi warga negaranya, masyarakat juga turut berperan aktif dalam mensosialisasikan pendidikan HAM itu sendiri.[1]

 Menurut Korten, warga negara memiliki tanggung jawab untuk memenuhi persyaratan institusional dan kultural demi kebaikan yang lebih besar bagi masyarakat. Sifat khas seorang warga negara yang bertanggungjawab terlihat dari komitmennya terhadap nilai-nilai integratif dan 2 terhadap penerapan aktif kesadaran kritisnya; a) kemampuan untuk berpikir mandiri, b) kritis dan konstruktif, c) kemampuan untuk melihat masalah dalam konteks jangka panjang dan, d) untuk membuat penilaian berdasar komitmen kepada kepentingan masyarakat jangka panjang.[2]

teknologi makin berkembang dengan pesat pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari memunculkan berbagai macam situs jejaring sosial, dan penggunanya telah menyebar secara massive diberbagai belahan dunia. Situs jejaring sosial banyak digunakan untuk kegiatan ekonomi, bertukar informasi, bahkan pendidikan. Masyarakat dapat menggunakan mesin pencari seperti Google, atau Mozilla firefox, untuk sekedar membuka berbagai platform jejaring sosial media Facebook, Twitter, BBM, Whatshapp, Instagram dan You tube untuk berinteraksi dengan masyarakat diberbagai belahan dunia. Hal ini tentu mempengaruhi dunia pendidikan yang mampu melihat perkembangan sekitarnya dan mampu menerima atau menyesuaikan diri dengan perubahan di sekitarnya tersebut.

Perkembangan teknologi informasi yang cepat ini, berbanding lurus dengan beragamnya prilaku negatif didunia maya salah satunya ujaran kebencian ( Hate Speech ) atau Hoax yang berbau SARA. Hal banyak dilakukan melalui media sosial dimana sangat dekat dengan akses peserta didik. Ujaran kebencian ( Hate Speech ) atau Hoax dan memiliki dampak berbahaya karena jangkauannya yang luas dan penyebaran yang cepat dapat menimbulkan konflik horizontal dalam skala yang mungkin kecil.[3]

Fungsi pendidikan guna mengantisipasi perkembangan tersebut, Hybrid learning yang dilakukan oleh SMP Pembangunan Jaya sebagai bagian warga global menangkap signal positif dari kemajuan teknologi yang massive untuk mempersiapkan karakter globalcitizenship pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran mata pelajaran IPS berkolaborasi dengan mata pelajaran PPKn dalam melakukan assessment melalui pembuatan proyek poster POST HAM. Dimana siswa diberikan pengetahuan dasar mengenai sistem hukum undang-undang Republik Indonesia dan pluralisme dalam interaksi sosial. Hal ini bertujuan agar siswa memahami ada sistem Undang-undang Republik Indonesia yang mengatur pelanggaran penyebaran berita bohong, ujaran kebencian dan menyesatkan dibalik fenomena interaksi tanpa batas diruang sosial media dan menyebarnya berita hoax.

Pada project kolaboratif ini adalah bagaimana kemampuan literasi digital dan computational thinking pada siswa dapat seimbang dengan tujuan pendidikan menumbuhkan sikap pluralisme, humanisme, patriotisme dan nilai-nilai nasionalisme yang dapat diambil dari penugasan tersebut. Mengaplikasikan SMART Kurikulum Sekolah Pembangunan Jaya, dimana terdapat kolaborasi antar mata pelajaran, proyek yang mencerahkan siswa dan memiliki tujuan nyata yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, Hak sipil, hak politik, serta hak ekonomi dan sosial serta budaya harus dilindungi secara berimbang dan tidak ada satu pun yang terabaikan. Pemenuhan HAM timbul karena adanya kesadaran akan pentingnya menghormati hak pihak orang lain serta memilki rasa tanggung jawab akan terpenuhinya hak dari orang lain. Dengan adanya kesadaran tersebut niscaya nantinya penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan HAM akan terwujud.

 

SELAMAT MEMPERINGATI HARI HAM SEDUNIA, 10 Desember 2021

 

Berikut majalah online yang berisi poster "POST HAM" hasil karya siswa SMP Pembangunan Jaya kelas VIII (klik pada gambar lalu swipe left or right untuk melihat project keseluruhan) :

[1] lihat https://www.kemenkumham.go.id/berita/pemerintah-berkomitmen-penuh-dalam-penegakan-ham, pidato presiden dalam peringatan hari HAM sedunia tahun 2020. Rencana Aksi Nasional HAM 2020-2025.

[2] David Korten, Getting to the Twenty First Century: Voluntary Action and the Global Agenda (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia & Pustaka Sinar Harapan, 1993).

[3] Sutan Remy Syahdeini, 2009, Kejahatan Dan Tindak Pidana Komputer, Pustaka Utama  Grafiti, Jakarta, hal. 38

REFERENSI

Internet

https://www.kemenkumham.go.id/berita/pemerintah-berkomitmen-penuh-dalam-penegakan-ham,

Buku

David Korten. 1993. Getting to the Twenty First Century: Voluntary Action and the Global Agenda. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia & Pustaka Sinar Harapan.

Sutan Remy Syahdeini.2009. Kejahatan Dan Tindak Pidana Komputer. Jakarta : Pustaka Utama  Grafiti.

Back to top